Keluarga Besar Banyu Urip Surabaya Gelar Acara Silaturahmi Arisan di Era Zaman Modern

 

Mojokerto, CyberNusantaraNews
– Gelar Silaturahmi Keluarga Besar Mediang Almarhumnya Orang Tua bapak Markus Sutiman dan ibu Ester Sumarmi, tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial, meski gaya hidup modern terus berubah. di tengah kesibukan kerja dan aktivitas digital, momen berkumpul bersama Keluarga Besar Banyu Urip, memberi ruang untuk saling terhubung secara emosional dengan adanya bermacam acara permainan lomba hiburan dan Makan Bareng (Mabar) dengan ciri khas tiap keluarga membawa makanan asal kota masing-masing dan di masak bersama.

Pertemuan sederhana, baik di rumah maupun ruang terbuka, mampu menghadirkan rasa nyaman dan kebersamaan. kali ini acara di lakukan di Villa Medianna di Wilayah Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Inilah bentuk mempererat silaturahmi yang tetap relevan hingga sekarang. pada hari Sabtu (17/1/2026) mulai pukul 14:00 Wib sampai selesai pada Hari Minggu (18/1/2026) Siang.

Acara Pembukaan di awali dengan Pembawa Acara Saudara Pdt Mujiarto atau Sapaan Akrabnya (Papa Breng) dan berikutnya di Pimpin Doa oleh Ustad Suparno dari keluarga Sidoarjo,” Momen berkumpul bersama keluarga memberi ruang untuk saling terhubung kerukunan secara emosional dan Humoris.

Dalam konteks modern, silaturahmi tidak selalu harus formal atau terjadwal ketat. kegiatan santai seperti makan bersama, arisan keluarga tiap 3 bulan sekali, atau acara kebersamaan di akhir pekan penutupan dan Pembukaan justru terasa lebih bermakna dengan permainan lomba hiburan dan di Panitiai oleh Saudara Tety, Okky, Ella dan di bantu para keponakan yang Lainya yang tidak bisa di sebut namanya satu persatu dan berjumlah 40 orang yang beranggota Grub Kekuarga Besar Banyu Urip Surabaya. “Ucap Joko Waluyo sebagai anak tertua ke-3 di Keluarga Banyu Urip Surabaya.

Dikutip dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, interaksi keluarga yang hangat berperan dalam memperkuat ketahanan sosial dan Solidaritas antar anggota keluarga terutama Keluarga Besar Banyu Urip Surabaya. Supaya hubungan yang terjaga baik juga membantu menciptakan kekompakan lingkungan yang Harmonis dan suportif.

Perkembangan teknologi juga memberi warna baru dalam silaturahmi keluarga. Grup pesan WhatsApp dan panggilan video menjadi sarana menjaga komunikasi saat jarak memisahkan.

Namun, pertemuan langsung tetap memiliki nilai tersendiri karena menghadirkan kedekatan emosional yang lebih kuat. Dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, penggunaan teknologi sebaiknya mendukung, bukan menggantikan, interaksi sosial nyata.

Secara keseluruhan, silaturahmi keluarga besar di Era Modern ini adalah tentang keseimbangan antara teknologi dan kehadiran fisik. Menjaga hubungan keluarga bukan hanya tradisi, tetapi juga investasi emosional jangka panjang.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hubungan sosial yang baik berkontribusi pada kesehatan mental dan kesejahteraan hidup. Dengan silaturahmi yang selalu terjaga, keluarga menjadi sumber kekuatan.

(EdiC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *