Sejarah Jembatan Petekan – Bukti Warisan Teknologi Belanda di Surabaya,
SURABAYA,-CYBER NUSANTARA, NEWS, Jembatan Petekan merupakan salah satu ikon infrastruktur bersejarah di Kota Surabaya. Dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda, jembatan ini menjadi bukti nyata kemajuan teknologi teknik sipil pada awal abad ke-20 serta perannya dalam mendukung perkembangan transportasi dan perdagangan kota.
Latar Belakang Pembangunan
Jembatan Petekan dibangun sekitar tahun 1900 oleh perusahaan teknik Belanda, NV Machinefabriek Braat & Co. Pembangunannya bertujuan meningkatkan konektivitas antara wilayah utara dan selatan kota yang dipisahkan oleh Sungai Kali Mas.
Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk memfasilitasi pergerakan orang dan barang, khususnya dalam mendukung aktivitas perdagangan serta pertumbuhan industri yang berkembang pesat di Surabaya sebagai salah satu pelabuhan utama di wilayah Jawa Timur.
Konstruksi dan Teknologi
Jembatan Petekan dirancang oleh para insinyur Belanda dengan menerapkan teknologi struktur baja dan beton yang tergolong maju pada masanya. Struktur rangka baja yang digunakan mencerminkan standar konstruksi Eropa yang menekankan kekuatan, stabilitas, dan daya tahan jangka panjang.
Secara fisik, jembatan ini memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar yang memadai untuk lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Penggunaan baja berkualitas tinggi dan beton bertulang menjadikannya mampu bertahan terhadap beban lalu lintas dan kondisi lingkungan selama lebih dari satu abad.
Asal-usul Nama
Nama “Petekan” berasal dari istilah dalam bahasa Jawa yang bermakna tempat air menyembur. Penamaan ini merujuk pada kondisi kawasan sekitar sungai yang pada masa lalu kerap mengalami genangan atau semburan air.
Desain Arsitektur
Dari sisi desain, Jembatan Petekan menampilkan bentuk yang sederhana namun kokoh. Ornamen kecil yang terdapat pada bagian tertentu jembatan memperlihatkan pengaruh gaya arsitektur kolonial Belanda awal abad ke-20, tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai prasarana transportasi.
Peran Historis
Pada masa kolonial, jembatan ini menjadi jalur vital untuk mengangkut berbagai komoditas dari kawasan pelabuhan menuju pusat kota dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur ini berperan besar dalam memperlancar distribusi hasil perdagangan dan menunjang roda perekonomian Surabaya.
Pasca kemerdekaan Indonesia, Jembatan Petekan tetap berfungsi sebagai bagian dari jaringan transportasi kota, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya.
Kondisi Saat Ini dan Pelestarian
Hingga kini, meskipun sejumlah jembatan baru telah dibangun di sekitar Kali Mas, Jembatan Petekan masih digunakan untuk lalu lintas lokal. Keberadaannya menjadi saksi bisu perkembangan kota dari masa kolonial hingga era modern.
Pemerintah Kota Surabaya secara berkala melakukan pemeliharaan untuk memastikan keamanan dan fungsi jembatan. Berkat kualitas material dan perawatan yang berkelanjutan, struktur utama jembatan tetap terjaga dengan baik.
Penutup
Jembatan Petekan bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga warisan teknologi kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah, teknik, dan budaya bagi Kota Surabaya. Keberadaannya yang masih kokoh hingga saat ini menegaskan pentingnya upaya pelestarian bangunan bersejarah sebagai bagian dari identitas dan memori kolektif kota.
(R KACONG)

