Pelat Merah Viral, Tradisi Ziarah Keluarga Subairi Jadi Sorotan
Surabaya,-CyberNusantaraNews, Lebaran tahun ini membawa cerita berbeda bagi Subairi, Komisioner KPU Surabaya. Di tengah riuhnya arus mudik, sebuah mobil dinas berpelat merah L 1901 EP menjadi sorotan publik setelah terekam melintas di Jombang. Namun di balik sorotan itu, tersimpan kisah keluarga yang penuh kehilangan.
Subairi mengakui mobil tersebut ia gunakan pada H+2 Lebaran. Bukan untuk mudik, melainkan untuk mengantar kelima anaknya berziarah ke makam sang ibu di Blitar. “Anak-anak saya piatu, ditinggal bundanya setahun lalu. Biasanya kalau pulang pondok, saya ajak nyekar,” tuturnya dengan suara bergetar.
Tanpa mobil pribadi, Subairi menghadapi keterbatasan. Anak-anaknya masih di bawah umur, belum bisa mengendarai sepeda motor. “Saya enggak punya mobil. Motor pun anak-anak belum 17 tahun, jadi tidak mungkin,” jelasnya. Mobil dinas itu menjadi satu-satunya cara agar mereka bisa bersama-sama menunaikan tradisi keluarga yang penuh makna.
Meski demikian, Subairi menyadari kegaduhan yang muncul. Ia menegaskan tidak ada anggaran kantor yang dipakai, dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Saya hanya ingin anak-anak bisa berziarah. Tidak ada niatan lain,” katanya.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati, memastikan mobil tersebut bukan milik Pemkot Surabaya. Ia mengingatkan bahwa aturan resmi melarang ASN menggunakan mobil dinas untuk mudik, dan kendaraan harus diparkir selama cuti bersama.
Kisah ini bukan sekadar soal aturan, melainkan tentang seorang ayah yang berusaha menjaga tradisi dan memberi ruang bagi anak-anaknya untuk mengenang sosok ibu yang telah tiada. Di balik pelat merah yang viral, ada perjalanan keluarga kecil yang sedang belajar melanjutkan hidup dengan kenangan dan doa.( Mul )

