Ada Apa Dengan Gerindra!!!, Kader Vs Ketua Dewan Penasehat DPC Kabupaten Sidoarjo, Menjadi Sorotan Publik

 

SURABAYA, CyberNusantaraNews
– Demo aksi menolak Kader Partai Gerindra dengan tema konsep demi menjaga marwa institusi Negara dan Presiden Prabowo Subianto (RI-1), yang diperkarsai koordinasi aksi Diana R. Samar, dengan orator aksi yakni Satrio, Gatra menjadi perbincangan publik, Senin 06 April 2026.

Mencuatnya perbincangan publik (di pemberitaan Media Online), sempat terilis di media online menerangkan “gerakan ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat di Jawa Timur terhadap pernyataan yang dinilai merusak kepercayaan publik terhadap lembaga negara”.

Dalam orasinya yang koordinatori Diana Cs, tepatnya depan kantor DPD Partai Gerindra yang beralamat di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Surabaya, bersama massa untuk menyampaikan dua tuntutan utama yaitu :

• Rahmat Muhajirin (RM) diminta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik???.

Terkait tuntutan tersebut yang dilontarkan koordinatori Diana Cs yang jadi sorotan Publik, awak media mencoba mengkonfirmasi RM, jikalau merujuk selebaran yang sempat beredar dan di selebaran tertulis serta menyebutkan “Pernyataan RM sangat merendahkan marwa KPK, Kepolisian dan Kejaksaan (Red) mengatakan, itu tidak benar,” kata RM, Senin (06/04/2026).

Dan mengenai Statemen yang menjadi Viral di Mensos, lanjut kata RM, Kami menyangkan hal yang konon katanya Viral di Mensos yang berkenaan stetemen itu, ternyata kami cek n ricek gak ada.

“Demi menjaga marwa Partai Gerindra, kami tegaskan dan secara pribadi bahwa tidak ada satupun perkataan yang merendahkan institusi Negara (KPK, Kepolisian dan Kejaksaan), apa lagi yang di “tuduhkan” terkait “Orogansi”,” tegas RM.

Perlu untuk kami sampaikan, Ketua Dewan Penasehat DPC Kabupaten Sidoarjo, itu yang pegangan Kami. Dan Diana,R. Samar merupakan juga orang dari partai Gerindra, bliau ini sempat perna mencaleg dapil 2 Surabaya.

“Kami dan beliaunya ini sama-sama dari Gerindra, maka dari itu terkait yang konon katanya merendahkan marwa KPK, Kepolisian dan Kejaksaan (Red), apalagi katanya Viral di Mensos, sempat kami suruh masuk 5 orang koordinator aksi untuk menemuin kami, namun tidak mau 5 orang itu (Koordinator Aksi),” ucap RM.

RM menambahkan, tujuan Kami untuk 5 orang koordinator aksi untuk agar menemuin kami agar lebih gamblang apa yang dimaksudkan, ternyata tidak mau???.

“Kami mau menanyakan juga, mana buktinya yang konon katanya Viral di Mensos, itu yang pingin tanyakan, sayangnya dari 5 orang koordinator aksi (Diana Cs) tidak mau menemuin Kami, usut punyak usut setelah kami cek n ricek di berbagai kanal Mensos (tiktok, IG, FB) tidak ada,atau bisa juga “HOAX”!!!,” tegas RM.

Saat di tanyak awak media tentang berkaitan Diana Cs atas informasi di selebaran yang beredar saat aksi unjuk rasa, Yang pasti perlu kami tegaskan lagi bahwa Kami tidak pernah melontarkan “Pernyataan RM sangat merendahkan marwa KPK, Kepolisian dan Kejaksaan (Red)”.

“Jikalau Diana Masik mempreming dengan narasi yang tidak mendasar, seperti yang beredar di selebaran mengatasnamakan masyarakat (Rakyat), apa lagi membawa-bawa nama Partai Gerindra. Ini sudah sudah kelewat batas, dan yang pasti apa bila preming yang tidak mendasar akan kami bawa kerana hukum,” geram RM dihadapan awak media.

(EdiC-Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *