Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua P3Bapin Dukung Komplek Pasar Kayoon Jadi Ikon Wisata Batu Permata Sampai Mancanegara

 

Surabaya, CyberNusantaraNews
– Wali Kota Surabaya  Eri Cahyadi menyatakan siap untuk mendukung pengembangan Komplek Pasar Kayoon menjadi Destinasi Wisata Batu Permata. Pasar tersebut dinilai berpotensi besar menjadi pusat perdagangan dan pengrajin batu permata di Kota Pahlawan Surabaya Jawa Timur.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat menerima aspirasi dari Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Komplek Wisata Kayoon pada Kamis (2/4/26).

Ketua P3-BAPIN Komplek Wisata Pasar Kayoon Surabaya, saudara Haji Nuri, menyampaikan saat ini terdapat puluhan stan pedagang batu permata di Pasar Kayoon.

Oleh karena itu, ia meminta jajarannya agar menelusuri kepastian status lahan untuk memastikan proses penataan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Pusatnya batu permata itu di Kayoon, jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Maka kalau bukan aset milik pemerintah kota, saya harus permisi dulu sama yang punya aset,” ujar Eri menanggapi aspirasi dari para pedagang.

Eri mengatakan, berdasarkan informasi awal, kawasan tersebut kemungkinan merupakan aset milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Karena itu, setiap rencana pembangunan harus melalui proses perizinan.

“Jadi kenapa selama ini pemerintah kota tidak bisa menyentuh, karena ini bukan asetnya pemerintah kota,” ucapnya

Oleh karenanya, Eri juga meminta P3-BAPIN Komplek Pasar Wisata Kayoon Surabaya untuk mengajukan izin kepada pengelola maupun pemilik lahan pasar tersebut. Nah, jika izin disetujui, Pemkot siap mendukung penataan dan pengembangan pasar batu permata tersebut.

“Insyaallah kalau nanti diizinkan sama yang punya untuk dikelola dan dikembangkan, kita pasti akan Bantu Renofasi di tahun ini,” ujar Eri.

Walikota Eri Cahyadi menilai Pasar Kayoon berpotensi dikembangkan untuk menjadi ikon wisata batu permata di Kota Pahlawan. Untuk itu, ia berharap, perbaikan kawasan, pengaturan alur, hingga pembangunan Ikon dapat direalisasikan agar lebih menarik bagi wisatawan Mancaanegara.

“Kalau nanti sudah diizinkan, saya berharapnya di bulan kedepanya Surabaya sudah menjadi ikon Surabaya yang baru. Jadi ada Kota Lama, ada Jalan Tunjungan, ada Kebun Raya Mangrove, ada Komplek Batu Permata Kayoon.

“Saat ini kumpulan batu-batu pedagang yang ada itu kurang lebih 60 stan, baik stan yang open atau yang tertutup,” kata Haji Nuri.

Haji Nuri mengapresiasi perhatian Wali Kota Eri Cahyadi terhadap pelaku UMKM di Pasar Kayoon. Ia berharap, dukungan Kongkret dari Wali Kota Surabaya dapat mendongkrak aktivitas ekonomi pedagang di pasar tersebut.

“Harapan saya dan harapan kita semua mungkin bisa membantu bagaimana pasar ini bisa lebih bergairah, bisa lebih hidup,” jelas Haji Nuri.

Menurut dia, kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil, membuat pelaku usaha di Pasar Kayoon berada dalam posisi sulit. Makanya, ia berharap ada dukungan berkelanjutan agar pasar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan.

“Harapan kita semua mudah-mudahan ini bisa menjadikan destinasi dan kunjungan dari pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pengusaha lainnya, supaya pasar ini bisa berkesinambungan.

Menurut Eri Cahyadi sendiri semenjak beliaunya masih menduduki bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) suasana pasar kayoon tidak ada perubahan sama sekali padahal komplek pasar permata kayoon adalah salah satu pusat perdagangan permata terkenal sampai ke Mancanegara dari itu perlu perhatian khusus dari Pemkot setempat.

Sementara itu, saya menyebut, pengembangan Pasar Kayoon selama ini terkendala status kepemilikan lahan yang bukan merupakan aset Pemkot Surabaya, “Pungkasnya

(EdiC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *