Tim BNN RI Tinjau Fasilitas Rehapbilitasi Sosial YPP Al Kholiqi dan Diakui Sesuai SNI
Sidoarjo, CyberNusantaraNews
-Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melalui Deputi Bidang Rehabilitasi melaksanakan kegiatan supervisi ke Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso II, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/4/2026).
“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8807:2022 terkait layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Supervisi dilakukan secara komprehensif dengan meninjau kesiapan lembaga, mulai dari aspek administrasi, tata kelola layanan, hingga kelengkapan sarana dan prasarana.
Tim dari BNN RI melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah fasilitas utama, di antaranya ruang asesmen, ruang dokter, kamar pasien, ruang isolasi, tempat ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya guna memastikan kesesuaian dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan secara nasional.
Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo, Kombes Pol. Gatot Soegeng Santoso, menyambut positif pelaksanaan supervisi tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan rehabilitasi di daerah.
“Supervisi ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh, baik dari aspek sarana prasarana maupun administrasi. Hasil penilaian dari tim pusat akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan bagi lembaga,” ujarnya.
Gatot menambahkan, kebutuhan terhadap layanan rehabilitasi diproyeksikan terus meningkat seiring kompleksitas permasalahan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, peningkatan standar layanan menjadi keharusan yang tidak dapat diabaikan. BNNK Sidoarjo, lanjutnya, berkomitmen mendorong seluruh lembaga mitra agar mampu menghadirkan layanan yang profesional, terukur, dan sesuai regulasi nasional.
Sementara itu, Ketua Tim Deputi Rehabilitasi BNN RI, Indah Puspita Sari, menyampaikan bahwa YPP Al Kholiqi telah menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan layanan rehabilitasi. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu disempurnakan guna memenuhi standar SNI secara menyeluruh.
“Pemenuhan standar ini mencakup legalitas lembaga, sistem pencatatan administrasi, serta kelengkapan sarana dan prasarana. Saat ini masih dalam tahap proses, dan kami berharap seluruh kekurangan dapat segera dipenuhi,” jelasnya.

Direktur YPP Al Kholiqi, Sayyid Abdullah, S.HI, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan evaluasi yang dilakukan oleh BNN RI. Ia menilai supervisi tersebut memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas layanan di lembaganya.
“Kami berterima kasih atas supervisi ini. Seluruh rekomendasi, baik terkait administrasi, penguatan kerja sama, maupun sarana dan prasarana, akan segera kami tindak lanjuti sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BNN berharap dapat memperkuat implementasi layanan rehabilitasi berbasis SNI, sekaligus mendorong peningkatan kualitas lembaga mitra di daerah dalam memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat.” Pungkasnya
(EdiC)

