Hardiknas 2026, Kepala SMAK Frateran Surabaya Ajak Jaga Marwah Pendidikan yang Bersih dan Berintegritas

 

SURABAYA, CyberNusantaraNews –Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat komitmen dalam membangun generasi bangsa yang unggul. Kepala SMAK Frateran Surabaya, Fr. William Satel Sura BHK, S.Pd., M.M, menyampaikan pesan reflektif sekaligus ajakan moral kepada seluruh insan pendidikan agar terus menjaga marwah dunia pendidikan di Indonesia.
Dalam pernyataannya,

Fr. William menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk bangsa yang cerdas, berintegritas, dan berkeadilan. Ia menilai bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari nilai-nilai moral dan karakter yang ditanamkan kepada peserta didik.
“Pendidikan adalah kunci membangun bangsa yang cerdas, berintegritas, dan berkeadilan. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah pendidikan demi masa depan generasi Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fr. William menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi maupun kepentingan tertentu. Menurutnya, dunia pendidikan harus menjadi ruang yang murni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa intervensi yang dapat merusak nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

Ia juga mendorong seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawal sistem pendidikan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan peserta didik.

“Pendidikan harus bebas dari korupsi dan kepentingan yang menyimpang. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan praktik pendidikan benar-benar bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

Dalam momentum Hardiknas ini, Fr. William turut mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus bergerak bersama dalam semangat “Merdeka Belajar”.

Ia menilai bahwa konsep tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong inovasi dan kreativitas di dunia pendidikan, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi mereka.
Gerakan Merdeka Belajar, menurutnya, bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di sekolah, melalui metode pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Bergerak bersama, lanjutkan Merdeka Belajar untuk Indonesia maju. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing global,” tegasnya.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk memperbaiki dan memperkuat sistem pendidikan nasional.

Dengan komitmen bersama, dunia pendidikan Indonesia diyakini mampu melahirkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan.

(EdiC-Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *