Home / Cyber Nusantara News

Coaching Clinic, Cikal Bakal Tenaga Pendidik Berkompetensi

Cyber Nusantara News - 21 Mei 2021, 22:42 WIB

Kabid Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan Lombok Timur, H.Alimuddin Mesir, M.Pd

LOMBOK TIMUR NTB-CNN, Program Coaching Clinic atau bimbingan khusus untuk calon guru penggerak, merupakan tindaklanjut dari program merdeka belajar yang dicanangkan oleh menteri pendidikan Nadiem Makarim. Nantinya, guru penggerak tersebut akan menjadi cikal bakal tenaga pendidik berkompetensi.

Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan Lombok Timur (Lotim), H.Alimuddin Mesir, M.Pd, kepada awak media usai pelatihan Coaching Clinic pada(20/5/2021).

Giat Coaching Clinic kali ini dijelaskan H.Alimuddin, merupakan angkatan ke-4, untuk saat ini ada 455 Calon Guru Penggerak(CGP) di Lotim yang telah melengkapi berkas dari 900 orang guru yang telah terjaring.

Nantinya, para Calon Guru Penggerak(CGP) akan diberikan bimbingan teknis untuk bisa mengakses dan melengkapi berkasnya secara online.

Lanjut H.Alimuddin, Kabupaten Lotim dan Kota Bima merupakan pilot project di NTB, Lotim menyumbangkan peserta guru penggerak terbanyak dengan jumlah 84 orang pada angkatan pertama yang saat ini sedang melaksanakan diklat selama 9 bulan. google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lebih jauh ia sampaikan, bahwa calon guru penggerak bukan hanya diambil dari kalangan PNS, namun juga dari non PNS. Saat ini, pihaknya sedang menyeleksi kepala sekolah dan sekolah penggerak.

"Nantinya, program Guru Penggerak ini akan berlanjut pada Kepala Sekolah Penggerak dan Sekolah Penggerak sehingga bisa mewujudkan program merdeka belajar yang akan ditargetkan pada tahun 2023 mendatang," ujarnya.

Ditanya terkait perbedaan guru biasa dengan Guru Penggerak, mantan Kabid PLS ini menjelaskan bahwa guru biasa masih menggunakan metode tradisional, sedangkan Guru Penggerak adalah tenaga pendidik yang akan dipersiapkan menjadi guru inovatip, intelektual, kritis dan bermutu.

Pembeda antara guru biasa dan guru penggerak adalah kompetensi yang dimilikinya. Selain itu, guru penggerak merupakan energi baru dalam dunia pendidikan khususnya dalam transformasi ilmu yang berkompeten pada anak didik. google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0

"Harapan kita dari semua program tersebut adalah, tercapainya tujuan program pendidikan nasional yakni merdeka belajar. Guna meningkatkan pelayanan tenaga pendidikan yang berkompetensi baik pembinaan maupun menegerial dengan melibatkan daya dukung komite sekolah dan semua elemen. Sehingga, menjadi satu kesatuan untuk bergerak secara bersama guna mencapai tujuan pendidikan nasional," tutupnya.

Acara Coaching Clinic tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Lotim dan jajaran terkait, perwakilan dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (P4TK-TKPLB) dan para peserta Calon Guru Penggerak.

Reporter: Jhon
Publisher: Redaksi

Share :