Home / Cyber Nusantara News

Rest Area Ini Konon Dulunya Terkenal Sangat Angker

Cyber Nusantara News - 17 April 2020, 10:34 WIB

Jembrana, CNN - Di wilayah Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali memang banyak tempat yang dikenal angker. Satu diantaranya adalah Rest Area terletak di kawasan Pura Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

I Made Alit, salah seorang warga menuturkan Rest Area Rambutsiwi kini telah dibangun Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN). Kawasan ini terlihat biasa saja, namun keangkeran areal ini dulunya cukup kondang karena di lokasi itu sering terjadi peristiwa aneh.

"Dulu, saat pembangunan ACJN ada dua orang pekerja proyek mengalami peristiwa aneh. Satu pekerja tiba-tiba lemas di lokasi proyek dan pulang lebih awal, namun pekerja itu justru meninggal dunia. Sementara satu pekerja lainnya tiba-tiba pingsan saat membongkar dan memindahkan Pelinggih Penunggu yang berada di lokasi proyek hingga dilarikan ke Pukesmas Yehembang. Warga pun hanya bisa menduga-duga sebab kedua pekerja itu memang mengalami peristiwa aneh, namun kami tidak berani menyimpulkan itu karena lokasinya yang angker atau mungkin saja meninggal lantaran memang memiliki penyakit hingga pingsan karena kepanasan. Banyak kejadian aneh lainnya, seperti tiba-tiba terjadi hujan hanya di area ini padahal di tempat lain cuaca cerah. Saat pembangunan ACJN, seorang pekerja mendokumentasikan foto, itu terjadi keanehan dalam foto, dimana tangan Jro Mangku Suar menjadi terlihat tiga, itu foto asli (tanpa edit), namun apakah itu pengaruh kamera atau karena keangkeran di wilayah itu saya sendiri juga tidak paham. Masih disinyalir karena keangkerannya, hingga kinipun di jalan raya Denpasar-Gilimanuk depan ACJN itu masih sering sekali terjadi kecelakaan lalu lintas", jelas Alit.

Sementara Jro Mangku Suardana, salah satu pemangku di Pura Rambutsiwi mengatakan, kawasan itu sejak dahulu memang terkenal angker. Lokasi itu ditempati oleh raja raksasa sakti yang dikawal dua ekor macan yakni macan putih dan macan gading yang sangat buas. google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0

"Menurut cerita, raja raksasa itu mewajibkan rakyatnya untuk mempersembahkan guling manusia. Karena permintaan raja raksasa aneh itu, rakyatnya menjadi kesal dan marah. Kemudian mereka menggulingkan anak raja raksasa itu untuk dipersembahkan. Namun, raja raksasa tahu bahwa yang diguling adalah anaknya, sehingga raja raksasa itu menjadi murka hingga saat itu mulai menyantap rakyatnya hidup-hidup,” uangkap Jro Mangku.

Laniut Jro Mangku, sejak itu kawasan tersebut menjadi angker dan mencekam. Hingga akhirnya, datanglah seorang pendeta yang sangat sakti yakni Dang Hyang Nirartha.

"Selanjutnya, terjadilah adu kesaktian dan raja raksasa tersebut akhirnya tunduk kepada Dang Hyang Nirarta. Raja raksasa meminta ampun dan mengakui kesalahannya dan oleh Dang Hyang Nirarta diampuni dengan syarat harus menjadi pengikutnya. Raja raksasa dan kedua macan yang menjadi pengawalnya kemudian di supat agar tidak bisa dilihat oleh rakyat atau manusia secara kasat mata dan yang bisa melihat hanya orang-orang yang memiliki indra keenam", imbuh Jro Mangku. google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sejak saat itulah kawasan Rambutsiwi dan sekitarnya dikenal angker termasuk kawasan tempat dibangunnya ACJN. Dimana dulu, warga sering melihat penampakan sosok macan serta raksasa disana. Hingga di area itu juga tidak ada warga yang berani berbuat yang aneh-aneh seperti berpacaran apalagi berbuat mesum.

"Kini, Rest Area Rambutsiwi itu sudah dibangun menjadi ACJN yang ramai dikunjungi dan sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan hiburan. Semoga dengan keramaian ini, otomatis berangsur menetralisir keangkerannya", tutup Jro Mangku. (!)

Penulis : I Komang Siswantara
Publiser : Agus Setiawan

Share :