Home / Cyber Nusantara News

Seorang Kepala Desa Lakukan Upaya Penyuapan Untuk Melancarkan Tindak Pidana Korupsi

Cyber Nusantara News - 08 April 2021, 13:27 WIB

Sumenep, CNN - Upaya penyuapan dilakukan oleh Kepala Desa Sepanjang Kec. Sapeken Kab. Sumenep Jawa Timur setelah dikonfirmasi awak media terkait pelaksanaan DD/ADD Th 2020. Selasa, (08/04/2021)

Awal kejadian awak media CNN mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi penyelewengan anggaran DD/ADD Th 2020 di Desa Sepanjang Kec. Sapeken Sumenep yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa yang bernama Abdul Rabby. Dalam informasi tersebut dikatakan bahwa di Desa Sepanjang ada beberapa proyek yang sumber anggarannya dari DD/ADD Th 2020 dan sudah di APBDES - kan akan tetapi tidak dilaksanakan. " Padahal Desa Sepanjang di tahun 2020 telah mendapat DD/ADD kurang lebih 2,5 miliar, dan itu terbesar nomor dua se Kabupaten Sumenep setelah Desa Guluk guluk," ungkap narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Menindak lanjuti informasi tersebut, awak media CNN segera melakukan Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) dengan cara melakukan pendalaman Sistem Informasi Desa, Kemendes dan juga menggali keterangan dari berbagai sumber yang diperkirakan mengetahui permasalahan tersebut beserta foto-foto sebagai bukti pendukung. Selanjutnya setelah data dan bukti pendukung yang diperkirakan cukup kuat awak media segera mengkonfirmasi oknum Kepala Desa tersebut (Rabby) melalui ponselnya. Kenapa dilakukan konfirmasi melalui ponsel. Sebab letak Desa Sepanjang itu di Pulau Sapeken yang posisinya di seberang laut sebelah timur Kabupaten Sumenep.

Dan untuk sampai ke pulau itu dibutuhkan waktu 24 jam perjalanan laut karena Kapal jalur ke Pulau Sapeken adanya 4 hari sekali. Sehingga untuk efisiensi waktu dan tenaga maka diambil langkah konfirmasi melalui ponsel. Akan tetapi karena dirasa kurang lengkap dengan keterangan Rabby di ponsel, akhirnya awak media meminta supaya dia merapat ke Kota Sumenep guna melakukan konfirmasi secara langsung dan hal itu disanggupinya. Sebab katanya kebetulan dalam waktu dekat dia ada kepentingan di Kota Sumenep. google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Setelah beberapa hari menunggu akhirnya pada hari Senin siang, (05/04/2021) Rabby menghubungi tim awak media dan mengabari bahwa dia telah sampai di Sumenep dan siap untuk bertemu. Dia juga mengatakan sudah menunggu di sebuah Kedai Kopi diseputaran Sumenep Kota. Waktu tim awak media datang, terlihat dia didampingi oleh seorang anak muda yang belakangan diketahui adalah sebagai operator Desa Sepanjang. Tidak menunggu waktu terlalu lama, awak media segera melakukan konfirmasi terkait berbagai informasi dan bukti pendukung yang sudah didapatkan.

Akan tetapi semua disanggah oleh Rabby. Bahkan dia menantang untuk kroscek di lapangan. Tidak percaya begitu saja awak media berniat untuk benar benar kroscek di lapangan dan hal itu juga sudah disampaikan kepada Rabby. Tim awak media berencana bersama-sama dengan Rabby ke Pulau Sapeken saat dia pulang. Tetapi sebelum berpisah, Rabby memberikan pesan kepada salah satu awak media untuk bertemu di rumah kontrakannya di Sumenep Kota pada malam hari, yang katanya untuk koordinasi lebih lanjut dambil ngopi.

Karena tidak punya prasangka buruk untuk maksud apa diajak bertemu oleh Rabby, akhirnya salah satu dari awak media yang telah diberi pesan tadi mendatangi undangan tersebut bersama istrinya. Akan tetapi betapa kagetnya awak media tersebut ketika sudah bertemu dengan Rabby !! Pasalnya pada saat itu Rabby mengatakan bahwa akan memberi uang sebesar 3 juta rupiah untuk tim awak media dan katanya itu sudah disamakan dengan yang telah diberikan kepada Camat, Kapolsek dan Danramil Sapeken.

Rupanya dia mau menyuap tim awak media CNN, mungkin tujuannya agar tim awak media tidak melakukan kroscek lapangan dan memblow up permasalahan tersebut sehingga tidak mencuat keluar. Dan lebih naifnya lagi dia juga membeberkan nama orang-orang, (Muspika Sapeken) yang katanya telah diberi uang, akan tetapi tidak menjelaskan pemberian uang itu dalam rangka apa.

Masih belum percaya dengan kalimat yang telah dilontarkan Rabby tentang pemberian uang kepada Muspika Sapeken tersebut, akhirnya tim awak media bersepakat untuk melakukan konfirmasi ulang kepada Rabby lewat telpon selularnya. Dan jawaban yang sungguh mengejutkan ditangkap oleh telinga tim awak media. Pasalnya oknum Kepala Desa ini memberikan keterangan yang justeru lebih detail lagi" untuk Camat sekian.., untuk Kapolsek sekian.., dan itu sudah ditentukan dari sana pak.., bukan dari saya," ungkapnya. " Biasanya kalau untuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) itu saya kasih hanya dua ratus ribu saja.., dan itu karena saya menghargai sampean saya mau kasih tiga juta," imbuhnya. Dari hasil konfirmasi semakin memperkuat keyakinan tim awak media bahwa oknum Kepala Desa ini sudah terbiasa dengan urusan suap menyuap dalam penyelesaian masalah. google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-2343888841858760, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Di kesempatan terpisah awak media juga mengkonfirmasi Camat Sapeken juga melalui ponselnya guna menanyakan tentang kebenaran dari keterangan oknum Kepala Desa tersebut. Begitu mendengar pertanyaan yang diajukan awak media, Camat yang akrab dipanggil Haji Jaek itu langsung menyanggah dan mengatakan bahwa dia tidak pernah diberi uang tiga juta seperti yang dikatakan Kepala Desa Sepanjang. Camat mengatakan,"Ndakada., ndak ada., dana apa itu..? Itu kan hanya transport monet," sanggahnya. "Soalnya dari Kecamatan ada Tim Monitoring untuk mengawasi pelaksanaan DD/ADD, dan saya mendapat laporan dari situ," lanjutnya. Dalam kesempatan itu Camat juga ditanya tentang apa benar di Desa Sepanjang ada proyek pembangunan yang sumber anggarannya dari DD/ADD tahun 2020 akan tetapi tidak dilaksanakan, Camat itu membenarkan hal tersebut.

Tidak hanya berhenti disitu tim awak media juga meminta keterangan kepada Kapolsek Sapeken AKP Karsono SH terkait perihal yang telah mencatut namanya tersebut melalui telepon selularnya. Dalam jawabannya Kapolsek menjelaskan bahwa yang dikatakan oleh oknum Kepala Desa Sepanjang mengenai uang tiga juta rupiah yang katanya telah diberikan kepada Camat, Kapolsek dan Danramil itu tidak benar. Begini jawabannya," apa yang dikatakan itu tidak benar dan memberi uang itu dalam rangka apa, dan saya tidak pernah menerima uang tiga juta." jelasnya.

Sebenarnya untuk rencana selanjutnya tim awak media juga akan menghubungi telepon selular Danramil Sapeken untuk dimintai keterangan juga terkait pencatutan namanya oleh oknum Kepala Desa, tetapi belum berhasil mendapatkan nomor Hpnya. Sebelumnya tim awak media juga telah meminta kepada Camat untuk dikirimi nomor Hp Danramil melalaui WhatsApp, tetapi belum dikirimi sampai sekarang. Camat Sapeken mengatakan," Danramil info mutasi pak, kawatir belum nyambung.."

Penulis : Hendra
Publisher : Umar

Share :