Hadiyah Hari Raya 1447 H : Kembalikan Tni Ke Barak Dan Dukung Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Surabaya,-CyberNusantaraNews, 13 Maret 2026Menjelang Hari Raya 1447 Hijriah yang seharusnya menjadi momentum kedamaian dan refleksi kemanusiaan, rakyat justru disuguhi kenyataan pahit: kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi, ruang demokrasi semakin terancam, dan negara terlihat lambat dalam memberikan jaminan keadilan.

Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara) Daerah Jawa Timur menilai bahwa situasi ini merupakan peringatan keras bagi kondisi demokrasi di Indonesia. Kekerasan terhadap suara kritis tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika kekerasan digunakan untuk membungkam perjuangan masyarakat sipil.

“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal. Ini adalah bentuk teror terhadap aktivisme, serangan terhadap kebebasan berpendapat, dan ancaman terhadap demokrasi itu sendiri,” tegas Deni.

BEM Nusantara Jawa Timur mengecam keras dan mengutuk tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Serangan brutal tersebut menunjukkan bahwa keselamatan aktivis di Indonesia masih berada dalam ancaman serius.

Oleh karena itu, BEM Nusantara Jawa Timur menyatakan bersama dan membersamai KONTRAS serta koalisi masyarakat sipil untuk memastikan bahwa kasus ini tidak berhenti pada formalitas hukum semata.

BEM Nusantara Jawa Timur juga menyoroti menguatnya kecenderungan militerisasi ruang sipil yang berpotensi merusak tatanan demokrasi yang diperjuangkan melalui Reformasi. Sejarah telah mengajarkan bahwa demokrasi hanya bisa berdiri kokoh apabila militer berada pada koridor profesionalnya sebagai alat pertahanan negara.

Karena itu, BEM Nusantara Jawa Timur menyampaikan seruan tegas kepada negara: KEMBALIKAN TNI KE BARAK Seruan ini adalah bagian dari komitmen menjaga supremasi sipil dan memastikan bahwa demokrasi Indonesia tidak mundur ke masa lalu.

Mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika kekerasan terhadap aktivis dibiarkan dan ruang demokrasi terus dipersempit. Jika negara gagal menjamin keadilan, maka suara perlawanan dari mahasiswa dan rakyat akan semakin besar.

Bemnus Jatim menyampaikan sikap :
1. Mendesak Mabes Polri dengan mengintruksikan ke Polda Daerah setempat untuk segera menangkap dan mengusut pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus
2. ⁠Mendesak Panglima TNI dan Jajaran Pangdam Untuk evaluasi dan belajar akan bermasyarakat dengan adil dan beradab
3. ⁠Kembalikan TNI sebagai fungsi pertahanan negara, jangan sampai masuk ke ruang sipil apapun bentuknya
4. ⁠Jika ini terjadi semakin marak dan melebar tindakan tindakan seperti ini, sudah waktunya Kodam setempat wajib didemo dan copot Panglima dan Jajaran Pangdam yang terbukti melakukan intruksi jahat kepada masyarakat sipil
5. ⁠Menuntut Kapolri untuk merubah Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012 terkait larangan demo atau menyampaikan aspirasi dilingkungan pertahanan militer

BEM Nusantara Jawa Timur menegaskan bahwa mahasiswa akan terus berdiri di garis depan bersama rakyat untuk melawan ketidakadilan, menjaga demokrasi, dan memastikan bahwa tidak ada kekuasaan yang kebal terhadap kritik.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur
Deni Oktaviano Pratama
Cp: 08133088568

(R KACONG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *