Pasca-Serangan ke Iran, Pengamat Nilai Indonesia di Persimpangan Jalan Soal Keanggotaan Board Of Peace
Surabaya, CyberNusantaraNews
-Hanya sebulan setelah pamer kemesraan diplomatik di Davos, situasi Timur Tengah mendadak memanas. Operasi militer Amerika Serikat dan Israel, Operation Lion’s Roar, yang menghujani Iran dengan rudal pada Sabtu (28/2/2026) lalu, disebut-sebut menjadi ujian pertama sekaligus terberat bagi kredibilitas Board Of Peace (BOP).
Pengamat hubungan internasional sekaligus Pimpinan Media Cetak dan Online CyberNusantaraNews.com (CNN), Abi Munif SH, MH,. menilai insiden ini menjadi pertanyaan besar bagi negara-negara anggota BOP, termasuk Negara Indonesia.
“Kejadian di Iran ini seperti tamparan keras bagi semangat perdamaian yang digaungkan di Davos bulan lalu. Ketika bom masih jatuh di pemukiman sipil, publik mulai mempertanyakan efektivitas dewan ini. Apakah ini sekadar forum diskusi tanpa daya,” ujar Abi Munif kepada media, Rabu (4/3/2026) pagi.
Janji Davos yang Terancam Kandas
Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace pada 22 Januari 2026 dengan harapan besar. Pemerintah kala itu ingin memanfaatkan kursi tersebut untuk memperjuangkan kepentingan perdamaian global, termasuk isu Palestina, melalui jalur diplomasi dari dalam.
Namun serangan militer sepihak ke Teheran dan Qom yang memakan banyak korban sipil membuat posisi Indonesia di BoP menjadi canggung. Pertanyaan besar pun mengemuka: apakah Indonesia akan tetap bertahan di kursi itu demi jalur komunikasi, atau justru harus angkat kaki sebagai bentuk protes keras.
“Pemerintah sekarang ada di persimpangan jalan. Bertahan bisa dianggap membiarkan, keluar bisa dibilang meninggalkan meja perundingan. Tapi yang jelas, publik ingin melihat sikap tegas Indonesia,” kata Abi Munif.
Tekanan Publik Menguat
Warganet pun mulai ramai menyuarakan pendapatnya. Banyak yang mendesak pemerintah agar Indonesia tidak terjebak dalam diplomasi yang dinilai “omong kosong,” jika pada akhirnya aksi militer tetap terjadi tanpa sanksi berarti.
“Publik itu cerdas. Mereka bisa membedakan mana forum yang serius mendorong perdamaian dan mana yang sek jadi ajang basa-basi politik. Ini momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan konsistensi politik luar negerinya,” tegas Abi Munif.
Sikap Yang Dinanti
Auman Singa di Iran, demikian operasi militer itu dijuluki, telah mengubah peta diplomasi dunia dalam semalam. Negara-negara anggota BoP, termasuk Indonesia, kini berada dalam sorotan tajam.
Langkah apa yang akan diambil pemerintah, Akankah tetap mempertahankan kursi demi pengaruh diplomatik, atau justru mengambil sikap lebih keras.
(Red-Team)

