Dugaan Akibat Aki Sepeda Listrik Meledak, 2 Orang Tewas di Jln Banyu Urip Kidul Molin 2B dan Rumah ludes Dilalap Si Jago Merah.
Surabaya, CyberNusantaraNews
-Servis sepeda Listrik rumahan di jalan Banyu Urip Kidul Molin 2B Nomer 50, Kec, Sawahan, Surabaya ludes di lalap si Jago Merah karena diduga insiden korsleting carger motor listrik terbakar. 1 rumah habis terbakar dan 2 orang Penghuni rumah tewas saat terjebak kebakaran. pada Senin (25/5/2026) sekira pukul 22:30 Wib
Saat di konfirmasi awak Media RT setempat bersama wakil RT Saudara Bapak Dian Ketua RT dan di dampinggi saudara Dicky wakil RT menyatakan, Awal mula kebakaran di akibatkan dugaan dari Charger Aki sepeda Listrik dan merambat ke samping rumah adalah, toko sembako dan kardus bekas yg berada di rumah korban dan untuk masalah meniggalnya 2 korban kebakaran masih di identifikasi sama pihak yg berwajib, “tutur Dian bersama Dicky
“Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini memberikan klarifikasi bahwa korban kebakaran ada 4 orang punghuni dengan 2 tewas dan 2 sisanya luka berat dan ringan. Mereka diketahui adalah masih satu keluarga dan oenghuni Kos” Kata Laksita Rini
Rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh keluarga Dwi Priyo Aprianto. Adapun korban yang tewas adalah Ibu Suamah (71) dan cucunya Muhammad Azzam Rizki Pratama (14) siswa kelas 1 SMP Surabaya.
Sedangkan korban luka yakni Meiga Dita Fisilia (39) istri Dwi Priyo Aprianto yang mengalami luka robek di telapak tangan, lalu penghuni kos bernama Tiwuk Suryati (46) yang mengalami luka kaki kanan dan kiri.
“Masih Rini menjelaskan untuk jenazah kedua korban ditemukan terpisah. Sang nenek ditemukan di kamar mandi lantai bawah. Sedangkan cucu ditemukan di kamar mandi di lantai 2.
“Posisi nenek ada di bawah, di lantai 1, yang cucunya di lantai 2,” ujar Rini, Selasa (26/5/2026) dini hari.
Rini menambahkan, sang nenek saat itu terjebak diduga hendak menyelamatkan cucunya. Namun api yang berkobar membuat sang nenek kemudian menyelamatkan diri dengan berlindung di kamar mandi.
“Mungkin seperti itu ya (cucu akan menyelamatkan nenek di lantai 1 lalu berupaya keluar rumah), kita juga tidak tahu (kronologi persisnya). Tapi kalau melihat mungkin mau keluar tapi api di depan sudah membara, jadi mungkin dia (nenek) mau menyelamatkan diri, karena posisinya nenek ada di kamar mandi ya,” jelasnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda sebuah rumah berlantai dua di kawasan Banyu Urip, Surabaya. Akibatnya, dua orang penghuni tewas dan lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada Senin (25/5) pukul 22.30 WIB. Sebanyak 14 unit armada pemadam dan 4 unit Tim Penyelamat langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran si Jago merah.
“Malam hari ini kami mendapat kabar pukul 22.30 WIB, teman-teman Damkar langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman awal,” kata Rini di lokasi kejadian, Selasa (26/5/2026) dini hari.
Menurut Rini, lantai satu bangunan tersebut digunakan sebagai tempat usaha perbaikan (bengkel) motor listrik. Sementara itu, samping rumah lantai dua berfungsi sebagai toko sembako sekaligus tempat tinggal. Saat petugas tiba, seluruh bagian di lantai satu sudah hangus terbakar.
Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga kuat berasal dari konsleting listrik saat pengisian daya (charger) baterai motor listrik. Kandungan lithium pada baterai menyebabkan terjadinya ledakan, sehingga api merembet dan membesar dalam waktu singkat.
“Dugaan awal itu dari korsleting listrik dari charger motor listrik. Karena berbahan baterai lithium, terjadi ledakan dan api menjalar cepat sekali,” ujar mantan Kepala BPBD Linmas Surabaya tersebut, Setelah pembasahan, Tim Inavis datang lalu para korban dibawa ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya.
(EdiC)

